''BIOGRAFI IMAM IBNU MAJAH''
Di Susun Oleh: Iin Luk Mana (15.13.00076)
Pendahuluan
Imam Ibnu
Majah merupakan ulama yang disegani pada masanya, yaitu berkat kegigihan dan
ketekunannya dalam dunia pendidikan.
Dan tak heran apabila beliau sering mendapatkan penghargaan yang
tinggi dan sanjungan dari para ulama.Kejujuran, kecerdasan dan pengetahuannya yang sangat luas telah
menobatkan Imam Ibnu Majah menjadi ulama ternama. Seorang penuntut ilmu yang
cerdas dan memiliki keindahan akhlak.
Adapun lebih jelasnya tentang Imam Ibnu Majah, adalah sebagai
berikut:
1. Profile
Imam Ibnu Majah
hidup pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah, yaitu pada masa pemerintahan
Khalifah al-Makmun (198 H/813 M). Sampai akhir pemerintahan Khalifah al-Muqtadir
(295 H/908 M).
Nama lengkap Imam
Ibnu Majah adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Yazid Ibn Majah Al-Rubay’iy
Al-Qazwiniy Al-Hafiz. Nama kunniyahnya adalah Abu Abdullah. Dengan demikian, nama
aslinya adalah Muhammad Ibn Yazid. ‘’Al-Qazwini’’ dianggap sebagai nama lain
dari Imam Ibnu Majah, karena tempat tersebut merupakan tempat ia tumbuh dan
berkembang. Sementara Ibnu Majah adalah nama yang popular dikalangan umat
Islam, yaitu ketika beliau menulis hadis dalam kitabnya
Sunan Ibn Majah. Sebutan tersebut berkaitan dengan gelar Ayahnya.
Imam Ibu Majah
lahir pada tahun (209 H/824 M). Sedangkan tempat kelahirannya tidak ada sumber
yang menjelaskan. Dan meninggal pada hari selasa tanggal 22 Ramadhan tahun 273
H, yaitu pada usia 74 tahun.
Imam Ibnu Majah
merupakan sosok yang mempunyai khazanah keilmuan, juga dinilai seorang yang
hafiz dan mempunyai pengetahuan yang luas dan juga, diakui sebagai seorang yang
alim dalam hadis, ilmu sejarah dan tafsir.
Adapun penilaian ulama terhadap diri Imam Ibnu
Majah adalah:
Ø
Abu Ya’la Al-Khalili
Ibnu Majah adalah sosok yang dapat dipercaya, dapat dijadikan hujjah,
banyak mengetahui hadis dan menghafalnya dan banyak melakukukan perjalanan ke
berbagai kota untuk menulis hadis.
Ø
Al-Mizzi
Ibnu Majah adalah sosok orang yang alim, pengarang kitab yang sangat
bermanfaat dan mempunyai pengalaman yang luas.
2. Riwayat Pendidikan Imam Ibnu Majah
memulai karir akademiknya ketika masih kecil di desa Qazwin. Ia dikenal sebagai
sosok yang tekun dan cinta ilmu. Pada usia 15 tahun, Imam Ibnu Majah belajar
hadis pada seorang guru besar yang bernama Ali bin Muhammad al-Tanafasy (w.
233H). Beliau adalah seorang yang tsiqah, berwibawa dan banyak meriwayatkan
hadis.
Bakat dan minat
yang sangat besar yang dimilikinya, yang akhirnya membawa Imam Ibnu Majah berpetualang
ke penjuru negeri, untuk menelusuri ilmu hadis. Hal ini terbukti dengan
banyaknya daerah yang pernah dikunjunginya, yaitu: Khurasan: Naisabur dan kota
lainnya;
Al-Ray.
Iraq: Bagdad, Kufah, Basrah dan Wasit.
Hijaz: Makkah dan Madinah.
Syam: Damaskus dan Hims.
Mesir.
Dari petualangannya inilah
akhirnya menghasilkan buah yang sangat manis dan bermanfaat dan lahirlah kitab
“Sunan Ibnu Majah”. Adapun guru Imam Ibnu Majah
adalah:a) Ali ibn Muhammad al-Tanafasy.
b) Jubarah ibn al-Muglis.
c) Mus’ab ibn Abdullah al-Zubairi.
d) Abu Bakar ibn Abi Syaibah.
e) Muhammad ibn Abdullah ibn Namir.
f) Hisyam ibn Umar.
g) Muhammad ibn Rumh.
h) Suwaid ibn Sa’id.
i) Abdullah ibn Muawiyah al-Jumahi.
j) Ibrahim ibn Mundzir al-Hizami.
k) Abu Said al-Asyaj.
Sejumlah guru yang banyak menyumbang
hadis adalah Mus’ab ibn Abdullah al-Zubairi, Abu Bakar ibn Abi Syaibah,
Muhammad ibn Abdullah ibn Namir, Hisyam ibn Umar dan Muhammad ibn Rumh.
3.
Sejarah Penulisan Kitab
Imam
Ibnu Majah telah menulis puluhan buku, diantaranya dalam bidang hadis, sejarah,
fiqih dan tafsir. Di bidang tafsir beliau menulis Tafsir Al-Qur’an Al-Karim. Karyanya dalam bidang tafsir ini tidak
begitu terkenal dan sudah hilang, karena penulisannya berbentuk naskah (tulisan
tangan).Di
bidang sejarah, Imam Ibnu Majah menulis buku At-Tarikh. Karya ini memuat
biografi para perawi hadis sejak awal hingga ke masanya. Kemungkinan besar
karya ini masih bisa dijumpai yaitu dengan adanya kitab Tarikh Al-Khulafa yang dinisbatkan kepada Imam Ibnu Majah.Karya Imam Ibnu Majah yang membahas
masalah fiqih, dapat dilihat dalam hadis-hadis yang dihimpun dalam karyanya
yang sangat popular di kalangan orang muslim saat ini, yaitu kitab Sunan Ibnu Majah.
Kitab Sunan Ibnu Majah, terbagi menjadi beberapa kitab dan setiap
kitabnya juga terbagi dalam beberapa bab. Kitab ini berisikan 4341 hadis yang
terbagi dalam 37 kitab dan 1515 bab. Perhitungan ini dilakukan oleh Muhammad
Fuad Abd Al-Baqi. Sementara Al-Zahabi melakukan perhitungan bahwa kitab Sunan Ibnu Majah hanya memuat 4000 hadis saja yang terbagi menjadi
32 kitab dan 1500 bab. Sedangkan menurut perhitungan Abu Al-Hasan Al-Qattan
bahwa kitab Sunan Ibnu Majah memuat
4000 hadis, 32 kitab dan 1500 bab.Di dalam kitab Sunan Ibnu Majah tidak semuanya shahih dan hasan, di dalamnya
juga terdapat hadis-hadis yang dho’if, munkar, batil dan maudlu. Penilaian
ulama atas kitab Sunan Ibnu Majah
beragam ada yang menilai positif dan bahkan negatif. Hal yang diperselisihkan
ulama hanya pada masalah hadis zawa’id. Walaupun sudah diadakan penelitian
ulang dan ternyata nilai hadis tersebut juga beragam, ada yang shahih dan ada
yang maudlu. Oleh sebab itu, jika menjumpai hadis yang negatif, maka sebaiknya
adalah berhujjah melalui dalil lain yang lebih kuat.
Daftar
Pustaka
Al-Zahabi
dan M. Husein, Siyar A’lam wa al-Nubala’,
Beirut: Al-Risalah, 1990.M.
Abdurrahman, Studi Kitab Hadis,
Yogyakarta: Teras, 2003.M. ‘Alik Muhya Shofa, Al-Hadis,
Jawa Tengah: Maktab Idaroh As-Syu’uni Ad-Diniyah, 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar