Senin, 04 April 2016

BIOGRAFI IMAM IBNU MAJAH


''BIOGRAFI IMAM IBNU MAJAH''

Di Susun Oleh: Iin Luk Mana (15.13.00076)
 

Pendahuluan

Imam Ibnu Majah merupakan ulama yang disegani pada masanya, yaitu berkat kegigihan dan ketekunannya dalam dunia pendidikan. Dan tak heran apabila beliau sering mendapatkan penghargaan yang tinggi dan sanjungan dari para ulama.Kejujuran, kecerdasan dan pengetahuannya yang sangat luas telah menobatkan Imam Ibnu Majah menjadi ulama ternama. Seorang penuntut ilmu yang cerdas dan memiliki keindahan akhlak.
Adapun lebih jelasnya tentang Imam Ibnu Majah, adalah sebagai berikut:

1.      Profile

Imam Ibnu Majah hidup pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah, yaitu pada masa pemerintahan Khalifah al-Makmun (198 H/813 M). Sampai akhir pemerintahan Khalifah al-Muqtadir (295 H/908 M).
Nama lengkap Imam Ibnu Majah adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Yazid Ibn Majah Al-Rubay’iy Al-Qazwiniy Al-Hafiz. Nama kunniyahnya adalah Abu Abdullah. Dengan demikian, nama aslinya adalah Muhammad Ibn Yazid. ‘’Al-Qazwini’’ dianggap sebagai nama lain dari Imam Ibnu Majah, karena tempat tersebut merupakan tempat ia tumbuh dan berkembang. Sementara Ibnu Majah adalah nama yang popular dikalangan umat Islam, yaitu ketika beliau menulis hadis dalam kitabnya Sunan Ibn Majah. Sebutan tersebut berkaitan dengan gelar Ayahnya.
Imam Ibu Majah lahir pada tahun (209 H/824 M). Sedangkan tempat kelahirannya tidak ada sumber yang menjelaskan. Dan meninggal pada hari selasa tanggal 22 Ramadhan tahun 273 H, yaitu pada usia 74 tahun.
Imam Ibnu Majah merupakan sosok yang mempunyai khazanah keilmuan, juga dinilai seorang yang hafiz dan mempunyai pengetahuan yang luas dan juga, diakui sebagai seorang yang alim dalam hadis, ilmu sejarah dan tafsir.
 Adapun penilaian ulama terhadap diri Imam Ibnu Majah adalah:
Ø Abu Ya’la Al-Khalili
Ibnu Majah adalah sosok yang dapat dipercaya, dapat dijadikan hujjah, banyak mengetahui hadis dan menghafalnya dan banyak melakukukan perjalanan ke berbagai kota untuk menulis hadis.
Ø Al-Mizzi
Ibnu Majah adalah sosok orang yang alim, pengarang kitab yang sangat bermanfaat dan mempunyai pengalaman yang luas.
 

2.      Riwayat Pendidikan                                                    Imam Ibnu Majah memulai karir akademiknya ketika masih kecil di desa Qazwin. Ia dikenal sebagai sosok yang tekun dan cinta ilmu. Pada usia 15 tahun, Imam Ibnu Majah belajar hadis pada seorang guru besar yang bernama Ali bin Muhammad al-Tanafasy (w. 233H). Beliau adalah seorang yang tsiqah, berwibawa dan banyak meriwayatkan hadis.

Bakat dan minat yang sangat besar yang dimilikinya, yang akhirnya membawa Imam Ibnu Majah berpetualang ke penjuru negeri, untuk menelusuri ilmu hadis. Hal ini terbukti dengan banyaknya daerah yang pernah dikunjunginya, yaitu: Khurasan: Naisabur dan kota lainnya;
*   Al-Ray.
*   Iraq: Bagdad, Kufah, Basrah dan Wasit.
*   Hijaz: Makkah dan Madinah.
*   Syam: Damaskus dan Hims.
*   Mesir.
Dari petualangannya inilah akhirnya menghasilkan buah yang sangat manis dan bermanfaat dan lahirlah kitab “Sunan Ibnu Majah”. Adapun guru Imam Ibnu Majah adalah:a)    Ali ibn Muhammad al-Tanafasy.
b)   Jubarah ibn al-Muglis.
c)    Mus’ab ibn Abdullah al-Zubairi.
d)   Abu Bakar ibn Abi Syaibah.
e)    Muhammad ibn Abdullah ibn Namir.
f)    Hisyam ibn Umar.
g)   Muhammad ibn Rumh.
h)   Suwaid ibn Sa’id.
i)     Abdullah ibn Muawiyah al-Jumahi.
j)     Ibrahim ibn Mundzir al-Hizami.
k)   Abu Said al-Asyaj.
Sejumlah guru yang banyak menyumbang hadis adalah Mus’ab ibn Abdullah al-Zubairi, Abu Bakar ibn Abi Syaibah, Muhammad ibn Abdullah ibn Namir, Hisyam ibn Umar dan Muhammad ibn Rumh. 

3.      Sejarah Penulisan Kitab

Imam Ibnu Majah telah menulis puluhan buku, diantaranya dalam bidang hadis, sejarah, fiqih dan tafsir. Di bidang tafsir beliau menulis Tafsir Al-Qur’an Al-Karim. Karyanya dalam bidang tafsir ini tidak begitu terkenal dan sudah hilang, karena penulisannya berbentuk naskah (tulisan tangan).Di bidang sejarah, Imam Ibnu Majah menulis buku At-Tarikh. Karya ini memuat biografi para perawi hadis sejak awal hingga ke masanya. Kemungkinan besar karya ini masih bisa dijumpai yaitu dengan adanya kitab Tarikh Al-Khulafa yang dinisbatkan kepada Imam Ibnu Majah.Karya Imam Ibnu Majah yang membahas masalah fiqih, dapat dilihat dalam hadis-hadis yang dihimpun dalam karyanya yang sangat popular di kalangan orang muslim saat ini, yaitu kitab Sunan Ibnu Majah.
Kitab Sunan Ibnu Majah, terbagi menjadi beberapa kitab dan setiap kitabnya juga terbagi dalam beberapa bab. Kitab ini berisikan 4341 hadis yang terbagi dalam 37 kitab dan 1515 bab. Perhitungan ini dilakukan oleh Muhammad Fuad Abd Al-Baqi. Sementara Al-Zahabi melakukan perhitungan  bahwa kitab Sunan Ibnu Majah hanya memuat 4000 hadis saja yang terbagi menjadi 32 kitab dan 1500 bab. Sedangkan menurut perhitungan Abu Al-Hasan Al-Qattan bahwa kitab Sunan Ibnu Majah memuat 4000 hadis, 32 kitab dan 1500 bab.Di dalam kitab Sunan Ibnu Majah  tidak semuanya shahih dan hasan, di dalamnya juga terdapat hadis-hadis yang dho’if, munkar, batil dan maudlu. Penilaian ulama atas kitab Sunan Ibnu Majah beragam ada yang menilai positif dan bahkan negatif. Hal yang diperselisihkan ulama hanya pada masalah hadis zawa’id. Walaupun sudah diadakan penelitian ulang dan ternyata nilai hadis tersebut juga beragam, ada yang shahih dan ada yang maudlu. Oleh sebab itu, jika menjumpai hadis yang negatif, maka sebaiknya adalah berhujjah melalui dalil lain yang lebih kuat.   

Daftar Pustaka 

Al-Zahabi dan M. Husein, Siyar A’lam wa al-Nubala’, Beirut: Al-Risalah, 1990.M. Abdurrahman, Studi Kitab Hadis, Yogyakarta: Teras, 2003.M. ‘Alik Muhya Shofa, Al-Hadis, Jawa Tengah: Maktab Idaroh As-Syu’uni Ad-Diniyah, 2010.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar